Arsenal saat ini menghadapi krisis cedera di lini depan, dengan absennya penyerang utama seperti Gabriel Jesus dan Kai Havertz. Situasi ini memaksa manajer Mikel Arteta untuk mencari solusi alternatif guna menjaga daya serang tim. Salah satu langkah tak terduga yang diambil Arteta adalah menempatkan gelandang Mikel Merino sebagai penyerang utama.

Mikel Merino: Dari Gelandang ke Penyerang

Mikel Merino, yang bergabung dengan Arsenal pada Agustus 2024 dengan nilai transfer £31,6 juta, dikenal sebagai gelandang tengah dengan kemampuan serba bisa. Namun, dalam pertandingan melawan Leicester City pada 15 Februari 2025, Arteta memutuskan untuk memainkan Merino sebagai striker. Keputusan ini terbukti efektif, dengan Merino mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-0 bagi Arsenal. Merino mengakui bahwa peran barunya ini mengejutkannya, mengingat ini adalah pertama kalinya ia bermain di posisi tersebut sepanjang kariernya.

Tantangan Cedera dan Fleksibilitas Taktik

Cedera yang menimpa pemain kunci seperti Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli semakin memperparah krisis lini depan Arsenal. Arteta menyadari perlunya fleksibilitas taktik dan telah mencoba berbagai opsi, termasuk menempatkan pemain muda Ethan Nwaneri dan Leandro Trossard di posisi penyerang. Namun, eksperimen dengan Merino sebagai striker tampaknya memberikan hasil yang paling signifikan sejauh ini.

Pandangan Arteta tentang Peran Merino

Mikel Arteta memuji adaptasi dan kontribusi Merino dalam peran barunya. Ia menekankan bahwa meskipun Merino tidak memiliki pengalaman sebelumnya sebagai penyerang, naluri dan timing-nya di kotak penalti membuatnya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Arteta juga menyebut bahwa keputusan untuk memainkan Merino di posisi tersebut didasarkan pada kebutuhan tim dan keyakinannya terhadap kemampuan sang pemain untuk beradaptasi.

Masa Depan Merino sebagai Striker

Meskipun sukses dalam beberapa pertandingan, masih menjadi pertanyaan apakah Merino akan terus dimainkan sebagai penyerang utama. Merino sendiri merasa peran tersebut bukanlah posisi naturalnya dan lebih nyaman bermain sebagai gelandang. Namun, hingga para penyerang utama pulih dari cedera, kemungkinan besar Arteta akan terus memanfaatkan fleksibilitas Merino untuk mengisi kekosongan di lini depan.

Kesimpulan

Krisis cedera yang dialami Arsenal telah memaksa Mikel Arteta untuk berpikir kreatif dalam menyusun strategi tim. Penempatan Mikel Merino sebagai penyerang utama merupakan langkah berani yang sejauh ini membuahkan hasil positif. Fleksibilitas dan adaptabilitas Merino menjadi aset berharga bagi tim dalam menghadapi tantangan ini. Namun, keberlanjutan peran ini akan sangat bergantung pada situasi cedera pemain lain dan perkembangan strategi Arteta ke depannya.