Produser Resident Evil Ungkap Alur Cerita Waralaba Berpotensi Usai dalam Satu Dekade
Waralaba Resident Evil kini tepat menginjak usia 30 tahun. Pihak Capcom memperingatinya melalui peluncuran Resident Evil Requiem, seri utama kesembilan yang sukses membukukan penjualan di atas 8,5 juta salinan secara global. Kendati demikian, di tengah selebrasi tersebut, Executive Producer Jun Takeuchi melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai kelanjutan narasi waralaba horor itu hingga menyita atensi komunitas gamer.
Penyebab Produser Menyatakan Kisah Resident Evil Berpeluang Berakhir 10 Tahun Mendatang
Saat melakoni sesi wawancara bersama Yahoo Japan, Takeuchi memaparkan bahwasanya jalan cerita Resident Evil sejatinya tidak disusun dari titik awal, melainkan terus beradaptasi mengikuti tiap entri anyar. Rencana bertajuk “branding 10 tahun” mulai dirumuskan sewaktu Capcom sedang mempersiapkan proyek RE2 Remake.
Dirinya menjelaskan, para penggemar yang menyelesaikan seluruh judul tentu bakal mengerti alasan seri pembuatan ulang RE diluncurkan mengikuti urutan spesifik. Bagi Takeuchi, kehadiran Requiem bertindak sebagai konklusi fase satu dekade perdana, sedangkan era sepuluh tahun berikutnya diproyeksikan menggiring cerita menuju garis akhir.
Mengenai total proyek yang tengah dipersiapkan, Takeuchi memilih merahasiakannya agar tidak menghilangkan elemen kejutan. Dirinya sekadar memastikan jumlahnya melampaui satu rilisan, kendati belum dipastikan apakah mencakup judul utama baru atau edisi remake. Di momen serupa, sang produser memastikan adopsi AI murni demi menunjang efisiensi kerja, bukan mengambil alih sisi inovasi kreatif.
Sejumlah kalangan menganggap pemaparan itu sebagai sinyal bahwa perjalanan Resident Evil bakal rampung di tahun 2036. Walau begitu, penuturan Takeuchi disinyalir hanya mengindikasikan penyelesaian sebuah babak naratif akbar, alih-alih penghentian total lisensi gim ini. Terlebih lagi, Requiem telah menorehkan pendapatan lebih dari US$500 juta, sementara RE2 Remake tetap kokoh sebagai rilisan paling laris sepanjang sejarah serinya.
Tak hanya itu, sepanjang semester awal tahun fiskal 2027, separuh deretan judul terlaris Capcom dikuasai waralaba Resident Evil, mencakup RE2 Remake, RE4 Remake, RE3 Remake, RE7, serta Requiem. Berdasarkan data finansial tersebut, peluang Capcom menghentikan waralaba ini tergolong minim. Penyesuaian paling masuk akal kemungkinan terjadi pada susunan tokoh, dengan figur lawas macam Leon berpeluang digantikan karakter generasi baru tanpa harus melenyapkannya seutuhnya.
Simak pula beragam kabar seru Gamebrott lainnya seputar Resident Evil maupun ulasan menarik dari Arif Gunawan. Untuk urusan kemitraan dan informasi lebih mendalam, hubungi tim kami lewat [email protected].
