Bos Take-Two Anggap Praktik Pembajakan Game Sebagai Realitas yang Pasti Terjadi
2 mins read

Bos Take-Two Anggap Praktik Pembajakan Game Sebagai Realitas yang Pasti Terjadi

Tingginya euforia komunitas gamer menyambut kehadiran GTA VI secara otomatis menjadikan judul garapan Rockstar ini target paling empuk bagi oknum yang berniat membajak serta menyebarkannya secara ilegal. Kondisi semacam ini jelas memicu rasa waswas tersendiri, tak terkecuali bagi pimpinan tertinggi Take-Two.

Sikap Pimpinan Take-Two Memandang Pembajakan Bagai Realitas yang Tidak Bisa Dielakkan

Melalui sesi wawancara khusus bersama media The Wall Street Journal, Strauss Zelnick yang menjabat posisi CEO Take-Two membagikan pandangannya perihal pembajakan karya digital. Hal ini menjadi sorotan utama mengingat proyek GTA VI saat ini paling rawan menjadi target sasaran para pembajak.

Strauss Zelnick memaparkan bahwa maraknya pembajakan merupakan suatu hal yang mustahil untuk dihindari. Kesimpulan ini ia ambil berkaca langsung dari perjalanan panjang karier profesionalnya di ranah industri hiburan internasional.

Sang pimpinan mengenang masa lalunya sewaktu masih aktif bergelut di sektor industri film, di mana tingkat pembajakan karya saat itu menembus angka 10 hingga 20 persen. Kondisi jauh lebih parah terjadi pada industri musik sekitar kurun waktu tahun 1994 hingga pertengahan era 2000-an, dengan estimasi pembajakan melanda hampir 80 persen pasar, meski kini persentasenya telah jauh menurun.

Melihat catatan sejarah tersebut, Strauss Zelnick tidak menampik adanya kekhawatiran besar pada seluruh lini bisnis hiburan, khususnya industri video game modern. Walau demikian, dirinya menilai kendala teknis pada platform konsol modern, mulai dari kapasitas ukuran data permainan yang masif sampai kerumitan sistem untuk menjalankannya, secara tidak langsung mampu menekan potensi pembajakan.

Kendati ada hambatan teknis tersebut, ia menegaskan fakta itu tidak lantas menghentikan niat semua orang untuk membajak. Menurut sudut pandangnya, persoalan pelanggaran hak cipta semacam ini bukanlah perkara yang boleh dipandang sebelah mata.

Petinggi Take-Two tersebut menegaskan jika situasi itu berkembang menjadi ancaman serius, pihak korporasi siap menindaknya melalui prosedur bisnis standar, yaitu memprosesnya lewat jalur hukum resmi sekaligus memperkuat proteksi proteksi teknologis. Langkah gabungan ini dinilai wajib ditempuh demi menanggulangi pembajakan.

Demikian rangkuman pandangan CEO Take-Two mengenai ancaman pembajakan yang membayangi GTA VI menjelang peluncurannya. Bagaimana tanggapan Anda mengenai pemikiran dari Strauss Zelnick ini?

Simak terus ulasan terkini Gamebrott lainnya seputar Take-Two atau tulisan informatif lain dari Muhammad Faisal. Untuk pertanyaan lebih lanjut serta keperluan lainnya, Anda dapat menghubungi kami melalui [email protected].