Bos Epic Games Tim Sweeney Kembali Kritik Ekosistem Steam Milik Valve
3 mins read

Bos Epic Games Tim Sweeney Kembali Kritik Ekosistem Steam Milik Valve

Akhir-akhir ini, CEO Epic Games Tim Sweeney kerap melontarkan beragam pandangan mengenai peranan kecerdasan buatan dalam memajukan industri video game global. Menariknya, dalam sejumlah kesempatan tersebut, platform digital Steam kepunyaan Gabe Newell terus-menerus dijadikan target kritik pedas olehnya.

Kini bos utama Epic Games tersebut terpantau kembali melayangkan kecaman terhadap etalase game PC paling populer di dunia itu. Lantas, hal baru apa lagi yang menjadi sorotan kritiknya pada kesempatan kali ini?

Sorotan Tim Sweeney Terhadap Hambatan Ekosistem Game PC oleh Steam

Perbincangan hangat ini bermula dari unggahan akun @SheriefFYI di media sosial yang mengulas luasnya jangkauan fasilitas serta dukungan teknis Steamworks untuk bermacam-macam judul video game PC di pasaran.

Unggahan tersebut kemudian ditanggapi akun @kiaran_ritchie yang mempermasalahkan relevansi aplikasi client game masa kini terkait potongan komisi penjualan standar 30 persen seperti ketetapan Valve. Dirinya menilai jika deretan fitur Steamworks memang bernilai tinggi, pihak pengembang Valve semestinya menawarkan sistem pembelian ala carte atau terpisah sehingga para kreator game cukup membayar perkakas yang benar-benar mereka fungsikan.

Sudut pandang milik @kiaran_ritchie lantas memperoleh persetujuan penuh dari Tim Sweeney. Pimpinan tertinggi Epic Games itu menilai Valve sesungguhnya telah memperlambat kemajuan industri hiburan game selama bertahun-tahun lewat cara mengurung para perancang game PC ke dalam kurungan tertutup Steamworks. Menurut pandangannya, sistem tersebut membuat para pemain terisolasi sehingga mustahil berbincang bersama sesama gamer di perangkat iOS, Android, konsol Xbox, PlayStation, Nintendo Switch, sampai etalase PC kompetitor.

Pernyataan resmi langsung dari petinggi Epic Games tersebut dapat disimak lewat teks berikut.

Exactly this. Valve has held gaming back for years by locking developers’ PC games into Steamworks’ social walled garden where players can’t talk to other players on iOS, Android, Xbox, PlayStation, Switch, or even other PC stores.

Secara garis besar, dia menegaskan Valve telah lama menghambat perkembangan ekosistem game dengan memaksa developer PC masuk ke sistem walled garden Steamworks, tempat di mana pemain dilarang berinteraksi bebas dengan gamer platform seluler, konsol modern, maupun toko digital PC lainnya.

Saat ulasan ini disusun pada 28 Oktober, opini dari CEO Epic Games tersebut kembali menuai beragam tanggapan riuh sekaligus sanggahan dari kalangan penggemar game. Banyak pihak menyuarakan ketidaksepakatan terhadap klaimnya seraya meluruskan skema pemotongan biaya Steamworks serta meluruskan isu isolasi komunikasi lintas platform yang dituduhkan sang bos.

Kicauan pimpinan Epic Games tersebut bahkan diganjar label Community Notes resmi dari platform Twitter X yang membeberkan fakta kinerja Steam Datagram Relay beserta jaringannya yang tetap bisa beroperasi di perangkat apa pun asalkan game dipasarkan di Steam.

Sekian kabar terkini seputar Tim Sweeney yang kembali mencibir Steam karena dianggap memasung kemajuan game PC modern. Menurut opini kalian pribadi, bagaimana penilaian atas pandangan bos Epic Games tersebut?

Simak pula kumpulan ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar Tim Sweeney atau tulisan karya Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi mendalam serta pertanyaan lainnya, kalian dapat mengirim pesan melalui [email protected].