Tanggapan Eks Komandan Tank Korut Terhadap Penggambaran Call of Duty Modern Warfare 4
2 mins read

Tanggapan Eks Komandan Tank Korut Terhadap Penggambaran Call of Duty Modern Warfare 4

Pembahasan seputar Call of Duty Modern Warfare 4 masih terus bergulir hangat, terutama menyangkut kelanjutan nasib Task Force 141 dan konflik perang Korea. Baru-baru ini, sepasang mantan komandan tank asal Korea Utara turut membagikan perspektif serta tanggapan mereka terkait bagaimana tanah air mereka dipresentasikan dalam permainan tersebut. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Tanggapan Dua Eks Komandan Tank Korut Terkait Modern Warfare 4

Melalui tayangan video di saluran YouTube The NK Guys dan DimpleVideo, dua orang mantan perwira komandan tank Korut bernama Jung Min-woo dan Kwon Hyo-jin menyandingkan adegan-adegan di dalam game dengan kenyataan masa lalu sewaktu mereka mengabdi di kemiliteran Korea Utara.

Walaupun game tersebut dinilai mampu memotret berbagai sisi realitas di bawah kendali rezim, keduanya sepakat bahwa sejumlah elemen visual dalam permainan justru terlihat jauh “lebih manusiawi” ketimbang fakta sesungguhnya. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor penyesuaian usia pemain, di mana kadar kekerasan sengaja dikurangi agar aman bagi audiens di bawah umur.

Kwon bersama Jung menuturkan betapa rakyat Korea Utara senantiasa dibayangi pengekangan hak asasi, pengawasan ketat, serta sanksi fisik yang kejam dalam keseharian mereka, tanpa memandang orang dewasa ataupun anak kecil. Ditambah lagi, ada sanksi sistemik bernama “three-generation punishment”, yaitu vonis pidana turun-temurun yang sanggup menjerat hingga tiga generasi anggota keluarga.

Menyoal ranah angkatan bersenjata, keduanya mengaku heran melihat atribut militer prajurit Korea Utara di Modern Warfare 4 yang tampil begitu prima dan terlindung. Pasalnya di dunia nyata, banyak serdadu dilaporkan kekurangan perlengkapan proteksi mendasar, termasuk ketiadaan rompi antipeluru. Tidak hanya itu, tindakan kasar dari pimpinan kerap memperparah penderitaan selama masa pengabdian militer.

Di sudut lain, Jung dan Kwon menyambut gembira momen perusakan monumen figur serta lambang-lambang kenegaraan Korut di dalam game. Adegan teatrikal itu memberikan kepuasan emosional tersendiri bagi mereka, mengingat aksi pembangkangan serupa sangat mustahil dijalankan secara terang-terangan oleh warga setempat.

Kendati mendapati beberapa ketidaksesuaian mengenai realitas militer maupun situasi sosial rakyat Korut, mereka berdua tetap memuji inisiatif Modern Warfare 4 yang berani mengangkat tema tersebut ke permukaan publik.

Kedua mantan prajurit ini memandang bahwa kehadiran potret Korea Utara di seri Call of Duty dapat membuka mata komunitas global mengenai realitas negara tertutup itu, khususnya perihal penindasan hak asasi serta beratnya penderitaan rakyat sipil di sana.

Simak terus aneka berita menarik Gamebrott seputar Berita Game maupun tulisan seru lainnya dari Sofie Diana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]